Wiranto

Beranda » Uncategorized » Wiranto: Karakter Bangsa Indonesia Harus Berhati Nurani – Okezone.com

Wiranto: Karakter Bangsa Indonesia Harus Berhati Nurani – Okezone.com

JAKARTA – Indonesia berada di urutan 118 dari 176 negara dengan skor 32 dalam indeks persepsi korupsi versi Transparency International Indonesia (TII). Jika dibandingkan dengan kompetitor negara tetangga di regional Asia Tenggara, Indonesia terpuruk yakni berada dibawah Malaysia, Thailand, dan Filipina.

“Ini menunjukkan karakter seperti apa yang sedang kini sedang melanda bangsa Indonesia, apakah memang seperti ini yang kita tuju? Saat ini seolah-olah bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya,” ujar Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto dalam keterangannya, Rabu (26/6/2013).

Menurutnya, karakter bangsa memang sangat sulit dicari formulasinya karena bersifat sangat abstrak. “Karakter bangsa merupakan sesuatu yang sangat khas, pemahaman rasa, karsa, dan berperilaku berbangsa yang berdasarkan Empat Pilar Kebangsaan,” sambungnya.

Wiranto yang turut menjadi pembicara dalam seminar nasional pendidikan karakter bertema ‘Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Bangsa’ yang dihelat di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, sumber karakter yang baik adalah yang berasal dari hati nurani atau kalbu, karena di sanalah sumber kebenaran dari diri seorang manusia ditempatkan.

“Jika manusia mampu berpikir dan berekspresi sesuai dengan hati nuraninya, bisa dipastikan akan muncul perilaku yang sesuai pula dengan hati nuraninya, kemudian muncul kebiasaaan dan akhirnya akan menjadi karakter yang berhati nurani,” terang Wiranto.

Indonesia bagi dia, merupakan bangsa yang besar, sehingga pada saat negara ini dijajah oleh negara asing, dan bersatu maka negara akan mampu mengusir para penjajah.

“Namun pada era globalisasi seperti ini, apakah kita sudah mampu untuk menjadi diri sendiri di negara ini? Sebab, jika kita perhatikan hampir semua produk yang kita gunakan adalah produk asing, maka dibutuhkan karakter yang kuat untuk mampu merubah keadaan ini,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana UNJ, Prof Djaali mengatakan, bangsa Indonesia saat ini memang sudah terlalu lama terjebak pada pendidikan pengetahuan, sehingga harus dibuat pendidikan yang proporsional antara intelektual, karakter dan keterampilan.

“Karakter tercermin dari perilaku, perilaku mulia merupakan hasil interaksi edukatif yang terbentuk di lingkungan pendidikan, maka dibutuhkan pendidikan yang efektif untuk membangun karakter bangsa Indonesia,” kata dia. (put)


Tinggalkan komentar

Blog Stats

  • 646 hits